Aloha friends,

Kalo di acara Masterchef ada tes yang namanya menduplikasi menu makanan yang dicontohkan oleh juri. Duplikasi makanan ini harus benar-benar mirip dari segi rasa maupun bentuk / penampilannya. Hal yang sulit dan hampir mustahil untuk dilakukan secara masak adalah soal kepribadian dan masing-masing orang itu unik. Tapi, pasti saja ada peserta yang jago dalam menduplikasi, sehingga hasilnya bisa semirip aslinya.

Nah, saya sering sekali *beberapa kali doang sih, memberikan challange pada diri sendiri untuk menduplikasi makanan khas resto atau waralaba besar seperti saat saya menduplikasi Ayam Goreng KFC, Fish Chips ala Fish n Co, Kerang Hijau saus Padang ala Little Penang, atau saat saya menduplikasi Kering Jengkol Pedas ala Alas Daun. Semua menu ini tentu saja tidak sama persis seperti aslinya melainkan hanya mendekati. Selain berbeda dari segi bahan, tanpa tambahan zat penyedap, dan teknik memasak yang berbeda, efisiensi penggunaan bahan juga pastinya beda. Kalau resto kan pasti maunya untung besar, efisiensi bahan makanan terjaga seminimal mungkin. Sedangkan olahan makanan rumah seperti saya inginnya bahan terbaik, dagingnya kalau bisa lebih tebal daripada tepungnya, dan lain sebagainya.

Sama seperti menu yang saya buat pagi ini, saya mencoba menduplikasi Ebi Furai ala Hoka Hoka Bento. Gregory menjelang umurnya yang ke – 3 tahun bisa dibilang suka dan mem favoritkan Ebi Furai Hokben. Ebi Furai alias Udang salut tepung roti yang ada di Hokben ini adalah salah satu side dish yang cukup digemari oleh anak-anak maupun orang dewasa.

SONY DSC
Saat saya memasak Ebi Furai ini, saya sudah tahu kalau saya pasti akan mendapatkan hasil yang berbeda dari segi bentuk maupun rasa. Dari segi bentuk, ebi furai Hokben itu udangnya tipis banget tapi panjang. Analisa saya, #gayabangetpakeanalisasegala, Hokben mengiris tubuh udangnya sebagian sebagai bahan campuran masakan lain, sementara daging yang tersisa diolah menjadi ebi furai. Hal ini akan teman-teman temukan kalau teman-teman sudah mencoba resep di bawah ini. Ebi Furai buatan saya, udangnya tebel bingggiiiittt.. Makanya waktu hubby ditanya, enakan mana? Dia langsung jawab enakan ini jauh, daging udangnya berasaaaa.. Hihi.

Dari segi rasa, karena saya skip skip penyedap, jadi udah pasti kurang gurih ya, kalau teman-teman mau juga boleh pakai sesuai selera. Selain yang saya sebutkan diatas, saya cukup puas dengan penduplikasian kali ini. Warna ebi furainya cucok banget, dimakan saat masih hangat enak sekali. Ditambah saya membuat salad dengan mencampur saus mayones dengan saus sambal. Jadi rasanya bener2 seperti makan Hokben. Very recommended !

Buat teman-teman yang mau buat juga, silahkan simak resep berikut ,

Resep Ebi Furai ala Hokben

Bahan :
15 ekor udang ukuran besar
1 siung bawang putih, parut
1/2 sdt garam
1/4 sdt merica
1/2  buah jeruk nipis / lemon, peras airnya

Bahan Pelapis :
7 sdm breadcrumbs;  tepung roti kasar warna oranye
3 sdm tepung maizena

Bahan Pencelup,  blender bersamaan atau  aduk hingga menjadi adonan kental:
1 siung bawang putih
1 butir telur
1 sdt garam
1/4 sdt merica
150 ml air
5 sdm tepung terigu serbaguna / tepung protein sedang

Cara Membuat :
1. Bersihkan udang dari kepala dan kulitnya, sisakan badan dengan ekornya saja, buang kotorannya.
Dengan menggunakan tangan, luruskan punggung udang pelan2 supaya lurus (jangan terlalu kuat supaya udang tidak patah). Atur di nampan
2. Lumuri udang dengan bawang putih, garam, merica, dan perasan air jeruk nipis, diamkan hingga meresap
3. Balut udang dengan tepung maizena, lalu celupkan ke dalam bahan pencelup, lumuri dengan tepung roti hingga semua bagian tertutup rata
4. Goreng dalam minyak panas, kecilkan api supaya udang tidak gampang gosong.
Goreng udang sebentar saja supaya udang tetap empuk dan warnanya bagus, balik sekali, lalu angkat.
5. Tiriskan dan ebi furai siap disajikan

Ebi Furai ala Hokben
Ebi Furai ala Hokben

Tips saat menggoreng, jangan terlalu lama ya teman-teman, sebentar saja karena disamping daging udang cepat matang, kita juga membutuhkan tepung rotinya tidak menghitam karena gosong. Kalau waktu gorengnya pas, yang keluar ebi furai yang bener-bener cantik penampakannya. Oranye menggoda mata dan Lidah. :)

Setelah digoreng, jangan tunggu dingin, musti cepet2 dimakan supaya tekstur garingnya bisa dinikmati.

SONY DSC

FYI, ebi furai ini di gerai bisa seharga 25 ribu untuk 2 atau 4 buah gitu saya lupa. Sementara kalau beli per kilo udang besar seharga 45-50 rb, kamu bisa dapat 40 – 45 ekor udang. Jadi sangat ekonomis kan kalau masak sendiri. Makannya bisa sepuasnya tanpa bikin dompet menipis. #baladaemak2

Selamat Mencoba, kabari cintaresep ya hasilnya ♥
Jangan lupa subscribe di kanan atas postingan supaya saya bisa email teman-teman saat update resep terbaru.

x, c’nt’a

Facebook Comments
Udang Tahu Goreng Merekah
Bakwan Ikan Kakap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Antispam *