Hello all…
Sebelumnya ingin mengucapkan Happy Lunar Day dulu ya buat semua teman-teman yang merayakan..
Semoga di tahun baru ini impian dan harapan kita bisa tercapai, kesehatan, kesuksesan, dan kebahagiaan senantiasa menyertai kita di tahun ini.
Ada yang mau share red hong bao? Jangan lupa diisiin ;D

Malam sincia kemaren, saya dan keluarga besar berkumpul di Sumedang, rumah saudara tertua ibu saya. Setelah makan kenyang dan bersiap pulang ke rumah, tidak lupa makanan yang berlebih dibekalkan untuk kami bawa pulang ke rumah. Saya tentu saja tidak menolak, karena di samping pas imlekan saya ga usah masak, makanan yang dibawa juga enak-enak. Nah, sepulang dari Sumedang, kami merasa badan kami agak ga enak, Gregory yang seharian bermain bersama para sepupu, tiba2 muntah saat sudah tidur. Langsung saja saya memborehi minyak telon dan kayu putih ke sekujur tubuhnya. Saya sempat khawatir juga anak ini bakalan susah tidur lagi. Tapi ternyata setelah tubuhnya menghangat, dia kembali tidur dengan nyenyak. Tak lama, saya merasa perut saya mulas, begitupun dengan Robert. Kami pun sukses diare di toilet. Dugaan saya kami sekeluarga masuk angin, karena Sumedang itu ternyata dingin banget sodara-sodara. Saat dirumah memang agak panas, karenanya jendela dibuka. Tapi saat jendela dibuka, akan bertiup angin yang dingin dan agak kencang.

Jadi, esok harinya, saat imlek, kami sekeluarga adem ayem aja di rumah. Ga keluar seharian karena perut saya mulas dan Gregory kehilangan nafsu makannya. Untuk makan siang kami menyantap makanan yang dibawa semalam. Sore harinya, Robert memanggang ayam panggang arak untuk menu makan malam kami. Dia memang sudah menyiapkan bahan-bahan tersebut khusus untuk mencoba resep barunya. Beberapa kali dia memanggang fillet ayam dengan red wine (anggur merah), tapi kali ini dia mencoba arak jepang yang namanya ryorishu. Dia memodifikasinya dengan menambahkan dry cranberry (cranberry kering) sebagai sumber citarasa manis dan aroma buah. Cranberry kering ini adalah bahan persediaan jus oatmeal untuk sarapan pagi kami. Anda bisa menggantinya dengan dry blueberry, apel, pear, atau ragam buah berasa manis atau asam lainnya seperti lemon dan orange yang juga cocok dengan daging ayam.

SONY DSC

Meskipun aliran memasaknya adalah western food, tapi Robert menggunakan arak Jepang sebagai bahan bumbu. Ryorishu ini adalah arak (mengandung alkohol) masak yang memang khusus dipakai untuk memarinasi daging. Rasanya manis dan aromanya wangi. Bila Anda ingin memasak tanpa alkohol, dibawah ini saya sebutkan bahan subtitute / pengganti yang bisa Anda coba :

Beberapa alternatif pengganti bahan-bahan tambahan yang beralkohol :
sumber : disini

Ang Ciu : Alternatifnya adalah campuran kecap asin dan perasan jeruk limau.
Mirin / sake /arak  : Alternatifnya adalah jus anggur yang dicampur dengan perasan air jeruk lemon.
Red Wine : Alternatifnya adalah jus anggur, jus cranberry dan jus tomat.
Bourbon : Alternatifnya adalah ekstrak vanilla, jus cranberry atau jus anggur.
Brandy : Alternatifnya adalah sirup buah cerry atau selai cerry.
Muscat : Alternatifnya adalah jus anggur yang ditambah dengan air dan gula putih.
Vodka : Alternatifnya adalah sari buah apel atau jus anggur dicampur dengan perasan jeruk nipis.
White brandy : Alternatifnya adalah anggur, sari buah apel, kaldu sayuran maupun air biasa.
Apple Brandy : Alternatifnya adalah jus apel tanpa pemanis

berikut resepnya,

SONY DSC

Resep Ayam Panggang Arak

Bahan :
1/2 kg paha ayam ras
kecap manis

Bahan perendam :
1 sdt garam
1 kaleng bir bintang zero (bir terbuat dari biji barley/malt tanpa alkohol (dijual di minimarket))
100 ml ryorishu (arak masak Jepang)
7 siung bawang putih, cincang
3 siung bawang merah, cincang
merica hitam / lada hitam / blackpepper bubuk secukupnya
1 genggam dry kismis atau cranberry, kalau ada apel juga boleh dipotong kecil – kecil untuk memberikan aroma buah

Cara Membuat :
1. paha ayam dicuci bersih, keringkan, tempatkan ke dalam mangkuk
2. masukkan bahan perendam, rendam selama 3-5 jam di dalam kulkas, lebih baik jika semalaman
3. tiriskan ayam dari bumbu perendamnya
4. panaskan oven hingga 200 derajat celcius dengan api bawah.
5. siapkan nampan besi, atur ayam di atas nampan
6. masukkan ke dalam oven, pertahankan suhu sekitar 200-210 Celcius selama -/+ 15-20 menit api bawah (agar daging ayam matang kering )
7. sesekali keluarkan dan olesi kecap manis, bolak balik
8. setelah itu nyalakan api atas, hingga suhu menjadi 250-260 celcius, selama 5-7 menit sesekali oleskan kecap pada ayam. (agar warna ayam kecokelatan)
9. matikan oven, ayam siap disajikan.

SONY DSC

Pertama kali mencobanya, kesan yang saya dapatkan adalah ayam ini sangat enak, dagingnya sangat juicy dan kelembabannya terjaga dengan amat baik, wangi manis buahnya sempat mengalihkan saya dari cranberry, It was so tasty. So surprise karena citarasanya manis segar , ringan berbumbu, ga ada  lagi rasa amis ayam ras yang biasa saya hindari. Saya merekomendasikan makanan ini buat teman2 penyuka daging terutama laki-laki. This menu is so manly and freakin so good!!

Saya jadi membayangkan sedang ada di farm house, suasana pedesaan / country di jaman baheula, saya sedang membakar ubi dan wortel. Suami saya memanggang ayam. Suasana sore yang agak dingin tidak kami risaukan karena toh kami ada di area hangat karena panasnya kobaran api panggangan. Asik ya? Australia kayaknya menarik ya buat setting memasak khayalan saya? hihi…Ada yang mau pensiunnya disana juga? Saya ikut. :)

Facebook Comments
8 Minutes Chicken Steak by Cintaresep
Samgyeopsal (Grilled Porkbelly BBQ) - Makanan Khas Korea

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Antispam *