Halo, teman2..

Buat teman2 yang udah sering banget berkunjung ke cintaresep dan baca2 cerita geje saya pasti tau kan ya kalo saya ini penggemar masakan kampung, alias anak warung banget meskipun makan di warung jarang banget. Maksudnya?? Iya , jadi selera saya adalah makanan yang tradisional banget tapi saya agak geli2 sombong kalo makan di warung beneran. Pasti merhatiin banget lah gimana prosedur kebersihannya, nyuci piringnya dimana, ada hewan yang berkeliaran ga, semua pasti ditimbang baik2 ga asal masuk aja. Nah biasanya nih, jangankan warung, jualan pinggir jalan aja saya nge fans banget, misal nih, nasi kuning pinggir jalan, bubur ayam pinggir jalan, soto ayam pinggir jalan, mie ayam gerobakan, baso malang mas2, dll. Kalo dulu jaman masih gadis sih, prinsipnya makin jorok, makin enak, makin semanget lah saya buat menginvasi pengusaha2 pinggir jalan ini. Tapi seiring bertambahnya umur dan kepentingan, saya mulai sadar kalo kebersihan dan kesehatan makanan yang kita konsumsi itu penting. So, saya mencoba menghadirkan masakan2 warung itu di rumah sendiri.

Nah, salah satu menu warung yang selalu saya pesan di prioritas utama itu salah satunya adalah kering kentang mustofa. Seringnya sih di warung2 masakan sunda banyak ditemui ya side menu ini. Saya sudah berulangkali membuatnya di rumah dan sangat puas dengan hasilnya. Meskipun rasa di mulut terlalu “clean” ga semirip warung karena minyaknya juga beda dan saya tidak menggunakan penyedap or MSG , tapi saya tetap suka.

Uniknya, suami saya juga tipe laki-laki yang doyanannya ikut2 istri, apa yang saya suka, biasanya dia juga akan “leeebbbbbihhh” suka. Cenderung ngabisin sih malah. Semasa kami pacaran, makan di warung kita oke2 aja, makan di resto lokal pun hayuk, spontan berenti di depan gerobak seringgg, apalagi makan finedining di resto atau hotel mewah juga kami semanget2 aja (*yaiyalah). Kuliner ke tempat2 yang terkenal rame, murah meriah, dan enak adalah favorit kami berdua. Meskipun setelahnya kami akan menerima resiko radang tenggorokan, atau sakit perut, dan mulas tiba2. Semuanya tidak membuat hasrat kami surut untuk menjajal masakan2 warung.

Logikanya, para koki warung ini adalah orang2 yang setiap hari memasak makanan yang relatif selalu sama. Ya mau gimana lagi karena itu memang mata pencaharian mereka kan? Setiap hari memasak makanan yang sama pastinya akan membuat mereka mahir dan ahli. Ga aneh kalo hasil masakan mereka akan enak, sangat enak, atau enak banget. Meskipun  ga semua tukang masak bisa masak enak. Paling engga, kalo ga enak ga akan laku. Itu aja resikonya. Kesimpulannya, masakan warung is our eternal soulmate *kedipinabangbakso

Jadi mau masak mustofa kering kentang, neng? Prolognya panjang beneeerr..hehhe..
Oke, yang mau coba masak juga silahkan intip resep berikut ya, bikinnya sih susah2 gampang, tapi kalo udah tau triknya pasti mulus2 aja prosesnya.

SONY DSC

Resep Mustofa Kering Kentang
Bahan :
1 kg kentang dieng (kentang yang warnanya kuning), cuci, kupas kulitnya, dan parut tipis memanjang
7 buah cabai keriting
2 butir bawang merah
5 siung bawang putih
1 jempol asam jawa, larutkan dengan 50 ml air panas
1 1/2 sdt garam
2 sdm gula pasir
minyak untuk menggoreng

Cara Membuat :
1. Panaskan minyak, goreng kentang hingga garing, kecilkan api supaya tidak gosong. Aduk pelan secara berkala, tiriskan hingga dingin
2. Haluskan cabai keriting, bawang merah, bawang putih. Tumis hingga harum, tambahkan garam. Masukkan 2 sdm larutan air asam. Tumis hingga air menyusut. Masukkan kentang goreng, aduk hingga rata. Dengan api kecil, tabur gula pasir sedikit demi sedikit. Terus aduk sampai kentang terkaramelisasi merata
3. Matikan api. Diamkan hingga kering kentang dingin baru tempatkan di toples kedap udara.

Pada resep diatas, tingkat kepedasan adalah sedang, bila ingin lebih pedas Anda bisa menambahkan cabai rawit.

SONY DSC

Parutan yang saya gunakan adalah parutan murah yang penjualnya suka mendemonstrasikannya di depan pengunjung pasar. Bentuk parutan yang seperti ini membuat kentang panjang2 dan tipis. Jadi renyah tahan lama.

Trik supaya kentang cepat matang adalah dengan meniriskan kentang, kalau perlu gunakan tisue dapur. Bila tidak ada, tiriskan dengan peniris sampai kandungan air di kentang seminimal mungkin. Saat menggoreng, aduk kentang cukup 2-3 x saja dengan menukar2 posisinya. Kadang2 bagian tengah wajan penggorengan suka lebih cepat matang dan cenderung gosong bila kita tidak menukar posisi kentang. Pengaturan besar kecilnya api juga penting.

Supaya kentang kering tidak basah dan lembek setelah dicampur dengan bumbu, pastikan bumbu benar2 kering dan airnya menyusut sebelum kentang dimasukkan. Kering kentang akan bertahan garing dan renyah dalam waktu yang cukup lama.

Sebelum dimasukkan ke wadah kedap udara, pastikan kentang tidak dalam kondisi panas.

SONY DSC
Mustofa Kering Kentang cocok dimakan sebagai pelengkap makanan apa saja, khususnya yang berkuah, seperti bayam, sop, soto, dll. Cocok dimakan kering bersama nasi hangat dan lauk pauk apa saja. Selamat mencoba ♥

SONY DSC

Facebook Comments
Tempe Goreng Sambal Cikur (Kencur) ala Mama
Kering Jengkol Pedas

Related Post

2 thoughts on “Mustofa Kering Kentang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Antispam *