Selamat Pagiii..

Saya adalah perempuan yang idealis banget tentang sayur. Sebisa mungkin, setiap hari, saya memasak dan mengonsumsi sayur. Peraturan yang sama berlaku buat anggota keluarga kecil saya. Sedari kecil, Gregory saya paksa makan sayur. Bila perlu, saya tidak ragu memukul atau mencubit pelan si kecil supaya bersedia membuka mulutnya terhadap sayuran. Sayuran apapun, beragam jenis, bentuk, warna, saya masukkan ke dalam list hidangan saya. Hasilnya, Gregory di umurnya yang hampir 3 tahun bisa dengan mudah melahap sayuran apa saja, kecuali pare. ;D

Lain halnya dengan suami saya, dia sepertinya sangat menghindari sayur dengan banyak sekali alasan yang tidak masuk akal. Wajar saja, ketika kecil dia tidak diwajibkan makan sayur. Bahkan saat kuliah dan tinggal terpisah dari orangtua, dia sangat bebas menentukan apa saja yang ingin dan tidak ingin dia makan. Tentu pilihannya tidak jauh2 dari protein dan lemak. Saja ! Berdasarkan ceritanya, dulu, sariawan penuh bertengger di mulutnya. Panas dalam udah jadi langganan. Bibir pecah-pecah dan mengelupas juga sering sekali terlihat. Paling beresiko, dia sangat jarang buang air besar. Susah BAB adalah keluhan rutin. Sejak menikah dan saya rutin memasak, tidak satu hari pun terlewat tanpa didikan militer ala saya dalam memakan dan menghabiskan sayur. Sehari biasanya saya memasak 1 porsi bayam yang isinya 3 bungkus bayam organik. Kalau tidak habis, nyah komandan satu ini bakalan marah besar dan menuntut pasukannya untuk menghabiskan sayur tanpa alasan apapun. Hihi…

Jangan terburu-buru dulu menjudge saya kejam. Karena hasilnya, hubby udah lama banget gak sariawan. Biasanya kalau dia lagi sering makan diluar, baru sariawannya berani menampakkan diri. BAB juga bisa tiap hari. Panas dalem jauh2 deh. Dan bibirnya senantiasa merah menggoda dan mulus tanpa kelupas. Perlu digaris bawahi, bahwa bibir pecah2 itu tidak bisa sembuh hanya dengan makan buah atau minum vitamin C lho, saya sudah membuktikannya. Sayur memegang kunci penting untuk bibir indah merona. Tentunya hal ini juga gak lepas dari budaya makan buah dan jus segar. Tapi karena postingan kali ini tentang sayur, kita bahas satu ini dulu yah…Next post saya akan cerita tentang buah dan kombinasi jus segar yang biasa kami konsumsi.

Sayuran kali ini yang mau saya bahas adalah Horenso, si bayam Jepang. Horenso saat ini menjadi sayuran yang sangat digemari oleh orang Eropa dan Jepang. Teksturnya yang halus seperti bayam lokal Indonesia sangat lezat direbus, dikukus, ditumis, bahkan sering dibuat salad dan dimakan mentah. Horenso sama seperti bayam tidak dapat dikonsumsi dalam jangka waktu lama. Tidak dapat dipanaskan berulang dan harus habis dalam satu hari. Untuk menjaga cita rasanya, saya memasaknya dengan cara yang sederhana, ditumis dengan bawang putih saja. Yuk disimak santai ya

SONY DSC

Tumis Horenso

Bahan :
1 bungkus horenso, potong2 sekitar 10 cm, buang bagian akarnya, cuci bersih
3 siung bawang putih, geprek
1 sdt kecap asin
1/2 sdt garam
1 sdt gula pasir
1/4 sdt merica
2 sdm minyak sayur

Cara Membuat :
1. Panaskan minyak, tumis bawang putih hingga harum
2. Masukkan horenso, tambahkan garam, gula, merica, dan kecap asin
3. Aduk hingga layu dan matikan api
4. Sajikan

Horenso bisa Anda dapatkan di pasar tradisional atau supermarket dengan kisaran harga antara 14.000-19.000

Berbagai manfaaat Horenso alias Bayam Jepang :

1. Horenso memiliki kandungan Vitamin K yang sangat berperan sebagai sumber nutrisi anti penuaan / anti aging
2. Horenso mengandung lutein dan beta karoten yang bermanfaat melindungi mata dari paparan radiasi sinar UV
3. Klorofil dalam Horenso merupakan sumber antioksidan yang sangat berperan dalam mencegah tumbuhnya kanker.
Bahkan kandungan klorofil Horenso 1000x lebih banyak daripada buah zaitun hijau lho
4. Horenso kaya akan asam folat yang membantu memperkuat otot jantung

Setelah mengetahui manfaatnya, semoga makin semangat makan sayur yaa..
Yuk, makan sayur untuk hidup lebih sehat…♥

 

Facebook Comments
Kering Jengkol Pedas
Capcay Kuah Ayam Jamur

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Antispam *