Suatu sore yang cerah dan segar, saya dalam perjalanan pulang ngeboyong 15 pot tanaman bunga liar di Ledeng, Bandung. Saya memutuskan untuk mampir ke Setiabudhi Supermarket di Jalan Setiabudhi Bandung. Sebelumnya saya pernah kesini tapi udah duluuuu sekali, waktu masih abege. Dan saat ini entah mengapa dorongan hati saya begitu kuat untuk berbelanja kesini. Sebenernya sih alesan doang, padahal mah pengen liat seperangkat brand teaset yang jadi incaran saya setiap minggunya, seorang salesman toko sebelah yang info katanya disini ada juga. Saya selalu nunggu2 kalo lagi ada promo diskon, karena harganya lumayan mencekik leher. Beli kalo pas lagi bener2 murah aja *ibu2modeON

Dan kisah haru nan mencengangkan itu pun terjadilah. Saat saya berjalan memasuki lorong sayuran segar, mata saya tertumbuk pada tulisan curry leaves yang tersemat pada keranjang susun. Hati ini rasanya tak keruan. Eng..ing..engg… sorry saya ga bakat basa basi, langsung ajahhh *denganmataberkaca-kaca… Inilah daun keramat yang  sudah lama saya cari2, ke seluruh penghujung dunia Bandung dan Jakarta, tapi tak kunjung saya temukan. Namun kali ini, dia dengan berwibawanya bertengger (?!?) disini. *plak *katanyagabakatbasabasi. Bahkan saat ini, detik ini juga saya rasanya masih terharu biru mengingatnya.

Intinya mah, daun kari ini banyak dipake untuk memasak makanan yang akan mengeluarkan bau harum khas yang tidak bisa digantikan dengan daun manapun. Dan keberadaannya sangat langka menurut saya. Untuk menambah kesan lebay, saya mencari daun ini sekitar 1 tahunan baru ketemu. Ya, sungguh perjalanan waktu yang panjang. Lantas mau dibuat masakan apa sih koq sampe segini hebohnya?  saya pernah posting Udang Gandum Wijen jadi2an karena menggunakan bumbu instan disini. Dan sekarang saya sangat2 bergairah sekali untuk memasaknya kembali, tanpa bumbu instan. Yuk, mareee…

Si makanan Favorit dengan daun kari ASELI
Si makanan Favorit dengan daun kari ASELI

Resep Udang Gandum
sumber : the.karimuddin.com dengan modifikasi oleh cintaresep

Bahan:

500 gr udang ukuran besar, cuci bersih (kalo saya, saya buang kepalanya, ga doyan ;D)
100 gr tepung terigu
1 sdt garam
1/4 sdt merica
3 sdm gula pasir
10 lembar daun kari
4 buah cabai rawit merah, iris2
4 kuning telur
1 sdm minyak goreng
3 sdm margarin
6 sdm quick-cooking oatmeal

Cara Membuat:

1. Campur tepung terigu dengan garam. Lumuri udang yang sudah dibersihkan ke dalam tepung, kemudian goreng dalam minyak yang panas, goreng dengan api sedang sampai kering. Angkat dan sisihkan.
2. Panaskan minyak dan margarin
3. Setelah margarin leleh, masukkan 4 kuning telur yang sudah di kocok kasar kedalam wajan. Kemudian aduk kuning telur searah jarum jam sampai telur berserabut.
4. Masukkan cabai rawit merah, daun kari, gula, dan merica secukupnya. Aduk sampai wangi.
5. Masukkan udang yang sudah di goreng ke dalam wajan dan aduk rata.
6. Terakhir masukkan oatmeal dan aduk rata sampai warnanya menguning. Gunakan api kecil (kalo kurang asin boleh ditambahkan garam pada saat ini)
7. Siap disajikan

Penampakan si daun kari ASELI
Penampakan si daun kari ASELI

Karena saya memiliki seorang bocah yang masih kecil dan belum mampu makan pedas saya membuat versi tidak pedasnya dengan menghilangkan  bahan cabe. Yang lainnya sama aja.

IMG_20140818_131841

 

Si kecil doyan, mamak pun girang. Apalagi puas makan Udang Gandum dengan daun kari ASELI *kekeuh. Harum banget daunnya. Saya berharap dapat mengeringkannya supaya awet dan bisa dipakai kapan saja, tapi masih ragu2 takut wanginya hilang kalau saya jemur. Jadi saya simpan di kulkas bagian bawah. Hingga kini masih utuh, ga layu atau berkurang kesegarannya sedikitpun. Semoga kau bisa ABADI daun kari ku… *mulaistress ;D

IMG_20140822_164013

Facebook Comments
Udang Bekasai "bukan" makanan khas Bekasi
0_0 Truly Takoyaki Lovers 0_0

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Antispam *